2.1 KONDISI FISIK DESA DUWET
2.1.1 Letak
Secara Astronomis Desa Duwet terletak pada posisi 8°00’27.92” - 8°01’23.53” Lintang Selatan dan 112°45’57.40” - 112°46’27.13” Bujur Timur. Secara administratif, Desa Duwet terletak di wilayah Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah utara berbatasan dengan Desa Benjor Kecamatan Tumpang. Di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang, Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tulusbesar Kecamatan Tumpang sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Hutan Penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
2.1.2 Luas Wilayah
Luas wilayah Desa Duwet adalah 799,216 Ha. Luas lahan yang ada terbagi ke dalam beberapa peruntukan, yang dapat dikelompokkan seperti untuk fasilitas umum, pemukiman, pertanian, perkebunan, kegiatan ekonomi dan lain-lain.
Luas lahan yang diperuntukkan untuk pemukiman/perkampungan adalah 66,926 Ha. Luas lahan yang diperuntukkan untuk pertanian/tanah tegalan adalah 302,520 Ha. Luas lahan untuk Hutan Produksi adalah 413,370 Ha. Sedangkan luas lahan untuk fasilitas umum adalah sebagai berikut: untuk perkantoran 0, 200 Ha, sekolah 1,025 Ha, lapangan olahraga 0,75 Ha, dan tempat pemakaman umum/lain-lain 0,75 Ha.
2.1.3 Topografi
Topografi ketinggian desa ini adalah berupa dataran sedang yaitu sekitar 700-1500 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Malang tahun 2009, selama tahun 2009 curah hujan di Desa Duwet rata-rata mencapai 1103 - 2216 mm.
2.1.4 Hidrologi
Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga mencapai 2216 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2000-2008.
2.1.4 Akses
Jarak tempuh Desa Duwet ke ibukota kecamatan adalah 5 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit, jarak tempuh ke ibukota kabupaten adalah 32 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam. Selanjutnya jarak tempuh ke ibukota propinsi adalah 118 km, yang memiliki waktu tempuh 3 Jam.
2.1.5 Kondisi Geologis Wilayah
Wilayah Desa Duwet secara umum mempunyai ciri geologis berupa lahan tanah hitam yang sangat cocok sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Persentase kesuburan tanah Desa Duwet terpetakan sebagai berikut: sangat subur 15 Ha, subur 191 Ha, sedang 68 Ha, tidak subur/kritis 20 Ha. Hal ini memungkinkan tanaman sayur mayur, tebu dan palawija.
Berdasarkan data yang masuk, tanaman palawija seperti kacang tanah, kacang panjang, jagung, dan ubi kayu serta tanaman buah seperti pisang, durian, Apel, pepaya, dan alpokat juga mampu menjadi sumber pemasukan (income) yang cukup handal bagi penduduk desa ini. Untuk tanaman perkebunan, jenis tanaman tebu dan sayur mayur merupakan tanaman handalan. Kondisi alam yang demikian ini telah mengantarkan sektor pertanian secara umum menjadi penyumbang Produk Domestik Desa Bruto (PDDB) terbesar hampir 45% dari Produk Domestik Desa Bruto (PDDB) Desa yang secara total mencapai Rp. 8.235.120.000







0 komentar:
Posting Komentar